Senin, 05 Oktober 2015

Contoh Sinopsis Penelitian Masuk IPB


                                  SINOPSIS RENCANA PENELITIAN MAHASISWA           
                                                    PROGRAM MAGISTER    
                                             FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA
                                             INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Nama                         : Padillah                                                              
Nomor Pendaftaran    : 15010273
Universitas Asal S1     : Universitas Jambi
IPK S1                       : 3,14
Judul Skripsi               : Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keputusan
Petani Dalam Menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo Pada Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Di Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi.

Judul Sinopsis Penelitian : Kajian Strategi Dalam Menerapkan Sistem Tanam
Jajar Legowo Berkelanjutan Di Kabupaten Muaro Jambi

1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Negara Indonesia adalah negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam. Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diantaranya adalah dengan peningkatan kehidupan ekonomi yang dilakukan melalui pembangunan pertanian (Sukino, 2013).
Pembangunan pertanian dapat dibagi menjadi beberapa kelompok subsektor diantaranya adalah subsektor perkebunan dan subsektor tanaman pangan. Pembangunan subsektor tanaman pangan merupakan salah satu sektor pertanian dalam upaya meningkatkan pendapatan sesuai dengan potensi lahan, tenaga kerja dan modal yang dimiliki (Sari, 2010). Pemenuhan konsumsi pangan khususnya beras melalui penyediaan dalam negeri saat ini merupakan tema sentral pembangunan pertanian. Walaupun suplai bahan pangan yang dibutuhkan mungkin lebih murah melalui impor, namun pemenuhan melalui produksi dalam negeri tetap menjadi penting dalam rangka mengurangi ketergantungan pada pasar dunia.
Berdasarkan angka sementara produksi padi secara nasional pada tahun 2014 yang diterbitkan oleh BPS (2015a), terjadi penurunan 70,83 juta ton gabah kering giling (GKG) atau sebesar 0,45 juta ton (0,63 persen) dibandingkan tahun 2013. Penurunan produksi diperkirakan terjadi karena penurunan luas panen seluas 41,61 ribu hektar (0,30 persen) dan penurunan produktivitas sebesar 0,17 kuintal/hektar (0,33 persen). Sedangkan angka sementara produksi padi di Provinsi Jambi pada tahun 2014 yang diterbitkan oleh BPS (2015b), diperkirakan sebesar 664.721 ton GKG atau naik sebesar 187 ton (0,03 persen) dibandingkan tahun 2013. Kenaikan produksi terjadi karena adanya peningkatan produktivitas sebesar 2,17 kuintal/hektar (5 persen) walaupun luas panen mengalami penurunan seluas  7.253 hektar (4,73 persen).
Program nasional dari pemerintah pusat di Provinsi Jambi salah satunya adalah program P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional) dengan cara pola sistem tanam jajar legowo. Sedangkan program pemerintah daerah untuk Kabupaten Muaro Jambi adalah dengan membina kawasan kampung pangan terpadu dan program SLPTT (Sekolah lapang pengelolaan tanaman terpadu) guna peningkatan produksi padi, jagung, kedelai dan komoditas lainnya. Tanaman padi merupakan bahan pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu sebagai bahan pangan pokok utama padi memegang posisi yang strategis untuk dikembangkan. PTT (Pengelolaan tanaman terpadu) adalah suatu pendekatan inovatif dalam meningkatkan produktifitas dan efisiensi usahatani padi melalui paket teknologi dan dinamisasi komponen teknologi padi sawah yang memiliki efek sinergestik (BPTP Jambi, 2013).
Komponen dasar teknologi pengelolaan tanaman terpadu salah satunya ialah pengaturan populasi jarak optimum yang telah diperkenalkan di Provinsi Jambi pertama kali pada tahun 2005 yaitu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sedangkan di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2007. Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu wilayah penghasil padi di Provinsi Jambi dengan luas lahan 23.296 ha dan merupakan wilayah yang memiliki luas lahan padi sawah terbesar setelah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yakni sebesar 41.988 ha. Walaupun Kabupaten Muaro Jambi memiliki luas lahan sawah dibawah Kabupaten Tanjung Jabung Timur namun produktivitasnya lebih tinggi yaitu 46,19 ton/ha dengan luas panen 9.957 ha dan dengan produksi sebesar 45.991 ton (BPSc, 2013).
Pengelolaan tanaman terpadu pada usahatani padi sawah menganjurkan untuk mengatur jarak dan populasi tanaman dengan menerapkan sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo adalah sistem tanam dengan pengaturan jarak tanam tertentu sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan (BPTP Jambi, 2013).
1.2. Rumusan Masalah
Pembangunan tanaman pangan di Provinsi Jambi pada dasarnya merupakan bagian integral dan tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian dalam upaya mewujudkan program pembangunan secara nasional. Pembangunan sub sektor tanaman pangan yang telah dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan dalam memperkenalkan teknologi baru salah satunya adalah sistem tanam jajar legowo yang telah mendapatkan hasil yang menggembirakan baik dalam peningkatan produksi, pendapatan, kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja yang  juga merupakan hasil dari penelitian awal penulis yang berlokasi di Desa Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.
Hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu indikator bahwa adanya peningkatan produksi padi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang di lakukan dengan cara intensifikasi. Oleh karena itu Pemerintah (Dinas terkait) harus memiliki upaya untuk mendorong petani untuk semakin memahami dan memaknai pentingnya menerapkan teknologi baru seperti sistem tanam jajar legowo secara berkelanjutan dalam kegiatan usahatani padi sawah guna untuk pencapaian swasembada pangan (padi). Meskipun pemerintah kerap mengklaim Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pada beberapa komoditas pangan tertentu, namun harus diakui pencapaian swasembada belum baik karena sangat riskan digoyang krisis ekonomi.
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka diperlukannya mengkaji strategi dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo untuk berkelanjutan dengan memanfaatkan dan mengelola sumberdaya lahan dan sumber daya manusia yang ada guna peningkatan produksi dan produktifitas sebagaimana dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimana perkembangan sistem tanam jajar legowo di Kabupaten Muaro Jambi
2. Bagaimana menetapkan strategi dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo 
    untuk berkelanjutan di Kabupaten Muaro Jambi
1.3. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengkaji perkembangan sistem tanam jajar legowo di Kabupaten Muaro
    Jambi
2. Untuk menentukan strategi dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo secara
    berkelanjutan di Kabupaten Muaro Jambi.
Kerangka Pemikiran
Program Nasional Pemerintah Pusat P2BN (Peningkatan Produksi Beras Nasional)
Pemerintah Provinsi Jambi
Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi
 
Strategi dalam Menerapkan Sistem Tanam Jajar Legowo Berkelanjutan:
-  Pengembangan motivasi petani
-  Peningkatan kualitas penyuluh dan penyuluhan
-  Dukungan dana pembangunan untuk pembinaan pemanfaatan teknologi tepat guna
-  Pengembangan kesadaran masyarakat pada inovasi baru

Analisis SWOT
Petani
 
Metode yang digunakan untuk penelitian lanjutan ini adalah dengan menggunakan metode analisis SWOT dengan penjelasan kuantitatif dan menggunakan teknik pengambil sample yaitu secara acak sederhana (Simple Random Sampling). Teknik pegambilan data dengan cara wawancara sedangkan data yang diambil adalah data primer dan data sekunder.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pengkajian Teknologi Pertanian. 2013. PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) Sistem Tanam Jajar Legowo. Jambi: Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi.
BPSa. 2015. Produksi Padi Tahun 2014 (Angka Sementara) Diperkirakan Turun 0,63 Persen. (diunduh 06 april 2015). http://www.bps.go.id/Brs/view/id/1122
BPSb. 2015. Produksi padi tahun 2014 (Angka Sementara) diperkirakan sebesar 664.721 ton GKG. (diunduh 06 april 2015). http://jambi.bps.go.id/berita/305
BPSc. 2013. Jambi Dalam Angka 2013. Badan Pusat Statistik Jambi. Jambi.
Sari, Wika, P. 2010. Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Batang Asam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jambi: Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
Sukino, U. 2013. Membangun Pertanian Dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani. Yogyakarta: Pustaka Baru Pess.

12 komentar:

  1. Assalamualaikum, kakak ada file berbentuk wordnya? saya mau menjadinya sebagai referensi saya dalam menulis sinopsis rencana penelitian ke IPB

    BalasHapus
  2. Halo k'padillah sya berniat lanjut S2 d IPB jg tahun ini. Saat pendaftaran online adacyg saya binggung yaitu terkait surat rekomendasi apakah itu di kirim langsung oleh pemberi rekomendasi ke almt IPB? Saya coba tlp k IPB mnta penjelsan tpi nmr tlp tdk bisa di hubungi. Mohon sekiranya berkenan bagi pengalan saat kmrin daftar. Terima kasih sebelumnya. Salam hormat

    BalasHapus
  3. Halo k'padillah sya berniat lanjut S2 d IPB jg tahun ini. Saat pendaftaran online adacyg saya binggung yaitu terkait surat rekomendasi apakah itu di kirim langsung oleh pemberi rekomendasi ke almt IPB? Saya coba tlp k IPB mnta penjelsan tpi nmr tlp tdk bisa di hubungi. Mohon sekiranya berkenan bagi pengalan saat kmrin daftar. Terima kasih sebelumnya. Salam hormat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Aszet Aprilia, kebetulan saya baca komen kamu. Setau saya rekomendasi itu dari dosen universitas asalnya kamu dan itu dikirim sama kamu saja langsung bersamaan dengan berkas berkas lainnya yang harus dilengkapi.

      Hapus
    2. Ikut bantu balas, di Pemberkasan Online Surat Rekomendasi juga diupload, artinya kita lah yg pegang Surat Rekomendasi.

      Hapus
    3. Hallo kak Aszet Aprilia. kakak udah daftar online? gelombang kedua ya? aku juga lagi daftar nih. aku boleh ngak minta kontak kakak? soalnya ngak ada yg aku kenal. siapatau kita bisa saling berbagi informasi. aku dina kak, dari Ambon

      Hapus
    4. ikut bales juga..untk rekomendasinya sudah ada formatnya tinggal qt minta sama dosen pas S1 nanti tinggal diupload..😊

      Hapus
    5. Salam, kemaren aku daftar gel 1. Itu rekomendasi kita yang pegang, nanti setelah di isi oleh dosen pemberi rekomendasi kita scan, nanti uploadnya kita sendiri. Sedikit info salah satu dari 3 dosen pemberi rekomendasi usahakan dosen pembimbing akademik / dosen pembimbing utama skripsi. Karena itu termasuk penilaian yang penting (diajarin salah satu dosen ipb).

      Hapus
    6. @Arohman : Berarti setelah diupload,Rekomendasi itu kita tetap pegang kan, tidak perlu dikirim via pos?

      Hapus
    7. salam mbak dina, saya juga ada rencana mau daftar di IPB gelombang 2.

      Hapus
  4. Maaf menggangu bapak/ibu da y tau mau daftar kuliah di udip...
    Karena saya belum megerti cara daftarnya..
    Dan cara buat snopsis penelitian apakah sama semua..
    Terimkasih

    BalasHapus
  5. Maaf menggangu bapak/ibu da y tau mau daftar kuliah di udip...
    Karena saya belum megerti cara daftarnya..
    Dan cara buat snopsis penelitian apakah sama semua..
    Terimkasih

    BalasHapus